Webinar: Menghadapi Audit itu Mudah: Panduan Akuntabel untuk OMS

0 / 0
|
Menghadapi Audit itu Mudah: Panduan Akuntabel untuk OMS |
Pemateri : Dwi Wantoro (PT Penabulu Parama Fulcra)
Lingkar Madani berkolaborasi dengan Tong Belajar mengadakan pelatihan keuangan pada Selasa, 24 Juni 2025. Dwi Wantoro, selaku narasumber, mengajak para peserta dari Tanah Papua untuk mendalami materi bertajuk “Menghadapi Audit Itu Mudah: Panduan Akuntabel untuk OMS.” Pelatihan ini bertujuan membantu peserta memahami prinsip dan jenis audit, menyiapkan dokumen keuangan yang sesuai standar, merespons temuan secara profesional, membangun sistem keuangan yang transparan dan akuntabel, serta meningkatkan kepercayaan mitra, donor, dan masyarakat.
Dwi Wantoro menjelaskan bahwa audit internal dan eksternal sama-sama berperan penting dalam menjaga akuntabilitas organisasi. Keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi pelaksana, tujuan, maupun cakupan. Audit internal dilakukan oleh staf organisasi untuk memastikan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku, sementara audit eksternal dilakukan oleh pihak independen, seperti Kantor Akuntan Publik (KAP), guna menilai kewajaran laporan keuangan serta memberikan rekomendasi perbaikan. Audit eksternal umumnya dilakukan setiap tahun.
Selanjutnya, narasumber membuka diskusi dengan pertanyaan reflektif: “Kenapa harus audit?” Ia menjelaskan bahwa kebutuhan audit dalam organisasi tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh beberapa faktor penting. Audit dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan transparansi dan akuntabilitas, mematuhi aturan dari donor dan pemerintah, serta memastikan laporan keuangan dapat dievaluasi secara independen oleh pihak ketiga. Selain itu, audit juga menjadi salah satu alat penting untuk menilai kinerja keuangan organisasi secara menyeluruh.
Dengan latar belakang tersebut, audit bukan hanya kewajiban administratif, melainkan juga alat strategis untuk membangun kepercayaan dan memperkuat tata kelola organisasi.
Tahapan penting yang dijelaskan Dwi Wantoro dan perlu dipahami oleh organisasi agar proses audit berjalan lancar, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi penguatan tata kelola keuangan.
Audit keuangan dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis. Pertama adalah perikatan, yaitu kesepakatan awal antara auditor dan organisasi terkait ruang lingkup serta tujuan audit. Dilanjutkan dengan tahap perencanaan, di mana auditor menyiapkan strategi dan metodologi pemeriksaan. Setelah itu masuk ke pelaksanaan, yaitu proses pengumpulan dan pengujian bukti atas transaksi dan laporan keuangan.
Tahap berikutnya adalah pelaporan, di mana auditor menyusun laporan hasil audit berdasarkan temuan yang diperoleh selama proses pemeriksaan. Laporan ini kemudian menjadi dasar dalam memberikan opini audit, yaitu penilaian profesional auditor terhadap kewajaran laporan keuangan organisasi. Terakhir, semua hasil audit dibahas dalam sesi pembahasan bersama manajemen untuk memberikan klarifikasi dan rekomendasi perbaikan ke depan.
Link Youtube : https://youtu.be/GMlNrOu6xM4?si=sLLZHUaXevlusRyM